PEREMPUAN MENJADI KEPALA KELUARGA

Seorang perempuan bertanya pada Mamah Dedeh: “ Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah keluarga saya”. Sang penanya ini adalah seorang perempuan, sudah lama ditinggal suami, dengan tanggungan 4 orang anak yang berusia 12 an tahun ke bawah. Tidak punya  pekerjaan, kecuali kerja serabutan bantu-bantu menjadi tukang cuci, dan mengais kardus bekas. Kemanapun perginya ia mengajak keempat anak tersebut. Suaminya telah meninggalkannya tanpa jejak yang jelas. Suaminya pergi sudah lebih dari dua tahun tanpa ada kejelasan tujuannya. Perempuan ini tidak punya family tempat mengadu, tidak biasa curhat dengan teman dekat. Pertanyaan kepada Mamah Dedeh itu ditujukan pada pada kesempatan acara di sebuah stasiun TV tepatnya tanggal 27 Oktober pukul 6.30 pagi hari, Acara “Hati ke Hati”.

Continue reading

Executive Summay SEMINAR NASIONAL IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN BAGI PEMBANGUNAN AGAMA MASA DEPAN

Seminar nasional bertajuk Implementasi Hasil Penelitian Bagi Pembangunan Agama masa Depan pernah dilangsungkan pada tanggal 19-20 Januari 2010, bertempat di Hotel Horison Bekasi. Diselenggarakan oleh Balai Litbang Agama Jakarta. Sebagai nara sumber adala: Prof. Dr. H. Atho’ Mudzhar, Kepala Badan Litbang Agama dan Diklat waktu iti. Drs. H. Tulus, Staf Ahli Kementerian Agama; Prof. Dr. Imam Suprayogo, Rektor UIN Malang, dan Lukmanul Hakim, Ph D, konultan Balai Litbang Agama Jakarta

Continue reading

STRATEGI DAKWAH DALAM PERSPEKTIF MULTIKULTURAL Marzani Anwar

Dakwah dalam artinya yang paling elmenter adalah menyampaikan pesan-pesan suci dan luhur yang bersumber dari ajaran agama. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dakwah telah menjadi bagian dari gerak hidup dan dinamika di Indonesia. Substansi dakwah yang disampaikan setidaknya mencakup dua hal, yakni ajakan berbuat kebaikan (amar ma’ruf) dan mencegah berbuat jahat atau penyimpangan ( nahyu munkar).

Continue reading

MENYOAL BIAYA PENCATATAN NIKAH Cuplikan hasil penelitian di Kodya Bogor Oleh Marzani Anwar

Apa yang disebut biaya, dalam proses pencatatan pernikahan yang legal, sebenarnya tidak terbatas  pada pencatatan. Bahkan masalah ”catat-mencatat” itu sendiri sebenarnya adalah menjadi tugas yang melekat pada jabatan sang petugas KUA.  Proses perikahan, secara prosedural didahului dengan menyerahkan persyaratan administrasi, adalah memang kewajiban yang berkepentingan, yakni si calon pengantin. Sementara pencatatan secara administrasi adalah tugas yang ada di pundak sang petugas. Continue reading

KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA DI KOTA TANGERANG: Di antara Missionari dan Prasangka Marzani Anwar

Pendahuluan

Umat beragama kini semakin tidak terbebaskan dari proses perubahan yang demikian cepat dan cair ini. Beragam literatur mencatat, segera setelah Indonesia mengalami masa transisi menuju demokrasi tiba, ekspresi keagamaan muncul demikian beragam, misalnya pada orientasi spiritual (Howell; 2005) atau politik (baca: Islam) (Azra; 2006, Abuza; 2007). Barangkali tidak langsung berkaitan, namun fakta sosial terbaca seolah kelompok agama dengan keyakinan mainstream kemudian secara terbuka berhadap-hadapan dengan kaum beragama yang berkeyakinan non mainstream. Pada preferensi politik dapat terbaca dari bermunculannya kelompok pro syariah yang oleh sebagian sarjana Barat disebut sebagai kalangan Islamis (Mehden, 2008), yang selain mendesakkan negara Islam, juga memiliki sentimen anti Kristen dan anti pemikiran sekuler. Sebagian kalangan menduga, kartel pelaku teror tumbuh dari lapisan umat yang berada dalam bingkai ini. Kelompok ini lantas berhadapan dengan kalangan Islam moderat yang mempertahankan ideologi Pancasila (Ramage, 1995).

Continue reading

KEARIFAN LOKAL DI MINANGKABAU DAN NAD

Tags

, , , ,

Cuplikan Hasil Penelitian

Oleh Adlin Sila

Nagari adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan basis kehidupan masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Penerapan UU No.5/1979, yang mengubah Nagari menjadi desa, dianggap sebagai bentuk Jawanisasi yang telah mematisurikan hubungan sosial, identitas dan kepemimpinan lokal Nagari. Setelah reformasi, konsep Nagari bangkit dan semakin membuncah dengan slogan “kembali ke Nagari”.

Continue reading

MENELUSUR JEJAK KONFLIK INTERNAL UMAT ISLAM

Tags

, , , , ,

Marzani Anwar

Penganut Islam merupakan penduduk yang terbesar jumlahnya, dan sekaligus terbesar di seluruh dunia. Sehingga bukan hal aneh, meski Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara Islam, kalau berdirinya negara Indonesia juga banyak diwarnai oleh nilai-nilai keberagamaan yang bersumber dari ajaran atau pengaruh Islam. Religiusitas bangsa juga lebih mencerminkan religiusity-nya menurut Islam. Dan agama Islam menjadi variabel yang sangat diperhitungkan dalam percaturan politik di Indonesia.

Namun sejarah menunjukkan, bahwa kesatuan agama tidak menjamin kesatuan opini dalam politik, tidak juga menjadi kesatuan pandangan dalam memilih cara beragama. Perbedaan itu menjadi benih-benih timbulnya konflik, baik secara samar maupun terpendam, atau terbuka.

Continue reading

MUATAN DAKWAH TRANS TV DAN RESPON PEMIRSANYA

Tags

, , ,

Oleh

Prof. Marzani Anwar, MA

Cuplikan Hasil Penelitian Tayangan Dakwah di Televisi

dan Respon Masyarakat Lokal

Balai Ltbang Agama Jakarta, 18-19 Agustus 2009

Pendahuluan

Indonesia dikenal sebagai bangsa religius, yang mengindikasikan sebagian besar warganya adalah menjadi penganut agama khususunya Islam, dalam hal ini menjadi segmen pasar yang sangat diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan media televisi.  Kompleksitas masalah sosial keagamaan yang berkembang selama ini telah direspon oleh para arsitek siaran, dalam rangka menarik sebanyak mungkin pemirsa atau pasar. Pengolahan atas isu-isu yang diangkat di media elektronik juga akan menemukan peta kedakwahan yang diselenggarakan, baik menyangkut model tayangan, waktu tayang, dan model artistic yang ditampilkan.  Namun demikian, dakwah televisi di tengah masyarakat yang awam dan tidak kritis, sering menghasilkan efek mainstreaming. Pesan-pesan yang disampaikan acapkali mencerminkan paham keagamaan yang dimiliki oleh sang narasumber, dan mengharuskannya untuk diterima secara mutlak. Sementara paham atau pemikiran keagamaan yang berbeda dari si penceramah cenderung dilemahkan.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 203 other followers