You are currently browsing the daily archive for Maret 10th, 2008.
CATATAN DARI SEMINAR HASIL PENELITIAN MULTIKULTURALISME DAN KEHIDUPAN BERAGAMA
Oleh: Marzani Anwar
Multikultural selama ini di satu pihak lebih banyak dipahami sebagai konsep normatif, yaitu bagaimana memandang orang lain. Di pihak lain, multikultural adalah sebagai fakta sosial. Hasil penelitian ini sebatas pada penggambaran keanekaragaman, artinya: baru dalam taraf pengayaan informasi. Belum mendiskusikan entry point dalam memandang perbedaan itu ”harus bagaimana”, dan bagaimana orang lain melihat yang berbeda budaya itu, dan bagaimana expectasi itu membawa ekses yang equal (setara). Demikian salah satu point yang terungkap dalam seminar yang diadakan pada tanggal 12-13 November 2007 oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta. Seminar yang diikuti oleh para peneliti dan pengamat sosial lain dari sejumlah perguruan tinggi itu, menyatakan juga beberapa points sbb.:
- Bahwa pengelompokan sebagai ”suku terasing”, ”suku tertinggal”. Nama ”Kubu” itu identitas suatu kelompok yang dilatarbelakngi karena punya karakteristik budaya. ”Penamaan ”terasing” atau ”terpinggirkan, ”adalah fakta budaya- selama tidak diberikan pretensi negatif. Konsep – konsep seperti itu sebenarnya tidak netral. Asli dan tidak asli adalah ambigu. Dampak sosialnya sangat tinggi. Seperti juga istilah ”minoritas”, bisa juga dari segi akses , kapasitas, dan kualitas.
- Belum semua kelompok minoritas di wilayah penelitian khususunya dan di Indonesia pada umumnya, memperoleh perlakukan sewajarnya. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan keagamaan, masih terbatas pada tenaga mahasiswa (kerja lapangan), yang sifatnya temporal.
- Read the rest of this entry »

Komentar Terakhir