You are currently browsing the daily archive for Maret 20th, 2008.

Kisah Kekerasan dalam Rumah Tangga

Saya yang menulis pengalaman hidup ini, adalah, seorang perempuan asal Yogyakarta. Saat ini berumur 44 tahun. Alamat sementara, bersama ibu saya di Komplek Kehutanan Baciro, Yogyakarta. Sudah kawin, dengan seorang laki-laki yang asalnya berstatus duda, namanya Sd. (umur 58 tahun), karyawan PNS, yang belum lama pensiun.
Saya kawin pada than 30 Januari 1998. Saat perkawinan, disaksikan oleh hampir semua saudara kandung saya. Sementara calon suami hanya datang seorang diri dengan ditemani oleh seorang anaknya yang berusia sekitar 9 tahun. Ia beranak 5 orang dari ketiga isteri sebelumnya. Selama perkawinan kami dikarunia seorang anak laki-laki, yang kini nerusia 8 tahun (lahir 22 September 1999) .
Kami tinggal dalam satu rumah, bersama suami dan keempat anak tiri (karena salah seorang anaknya sudah bekerja di luar kota), menempati rumah berukuran 50 m2 di kampung Bangun Tapan, yang terletak di perbatasan Kab. Bantul dan Yogyakarta. Beberapa perlakuan keras menimpa saya:

1. Sejak awal kehidupan berumahtangga, anak-anak tiri terutama dua orang yang kebetulan usianya menginjak remaja, sudah menunjukkan rasa permusuhan kepada saya. Kesalahan-kesalahan kecil, misalnya diingatkan supaya segera mandi, membuatnya tersingung, dan kemudian dijadikan alasan untuk marah-marah. Kalau kekerasan anak tiriku itu kami sampaikan kepada suami, justru saya tambah dimarahi dan dimaki-maki. Apalagi sejak kami punya anak. Kalau kami pergi, belanja, atau keluar rumah untuk keperluan lain, anak-anak sering menutup pintu rapat-rapat sehingga kami tidak bisa masuk rumah. Pernah mereka membuang pakaian saya yang sedang saya jemur.

Read the rest of this entry »