You are currently browsing the daily archive for Maret 28th, 2008.
Foklor dan Kearifan Lokal Masyarakat Propinsi Jambi
Oleh : Marzani Anwar
Masyarakat Indonesia yang majemuk dan memiliki latar belakang kebudayaan yang beragam jelas memerlukan kerangka acuan untuk dijadikan pegangan dalam pergaulan nasional masa kini. Oleh karena itu nilai-nilai tradisional yang mengandung persamaan dan bisa dijadikan pegangan bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia di mana pun tempat tinggalnya, perlu digali dan diteliti kemudian ditawarkan sebagai alternatif yang baik untuk perkembangan kehidupan sosial yang baru dan serasi. Penawaran alternatif itu penting karena tidaklah mudah untuk memaksakan nilai-nilai yang dianggap baik ke dalam pergaulan nasional bila tidak dengan mengenal latar belakang kultural masyarakat yang beragam.
Propinsi Jambi, adalah salah satu propinsi di Indonesia, yang juga berpotensi terjadinya disharmoni, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Meski sejauh ini, hampir tidak pernah terjadi konflik terbuka seperti itu. Namun yang pasti, dalam tradisi masyarakat Jambi tersimpan nilai-nilai yang mampu memelihara keharmonisan dari generasi ke generasi.
Usaha pelestarian kebudayaan daerah dalam konteks pencitraan kearifan lokal diharapkan dapat menunjang dan memberikan sumbangan dalam memperkokoh, memperkaya, serta mewarnai model kearifan bangsa Indonesia. Dalam hubungan ini ungkapan atau seloka daerah Jambi, selagi masih dapat diselamatkan, akan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut.
Cukup menarik dengan adanya seloka dan folklor yang hidup di tengah masyarakat Jambi. Warisan budaya yang masih perlu dipelihara, yang berupa ungkapan-ungkapan bijak sering mengalami redukusi dengan berkembangnya lingkungan yang modernize.
Penelitian yang kami lakukan bertujuan menggali dan mendalami nilai-nilai dan adat istiadat Jambi yang sering dijadikan acuan tindakan dan atau kebijakan dalam memelihara kehidupan yang harmoni dalam masyasrakat.

Komentar Terakhir