You are currently browsing the monthly archive for Maret 2009.


“Saudara ini yang saya cari”, kata Pak Djohan, mengawali pertemuan saya dengannya di tahun 1981an. Saat itu Pak Djohan Effendi adalah kepala Balai Penelitian dan Kemasyarakatan Jakarta yang berkantor di Jl. Kramat Raya 85 jakarta Pusat. Saya adalah seorang pencari kerja yang sedang mengajukan lamaran untuk menjadi peneliti di kantornya.

Tidak tahu kenapa pak Djohan bersimpati dengan saya, ketika membuka-buka berkas lampiran surat permohonan saya. Rupanya ia terkesan dengan pengalaman jurnalistik saya. Karena saya memang memperkenalkan diri saya sebagai mantan wartawan kampus, tepatnya redaktur majalah ARENA yang diterbitkan Dewan mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga. Sementara saya kala itu juga masih mengasuh majalah remaja masjid Menara yang terbit di Yogyakarta.

Omong-omong berlanjut ke soal HB Yassin. Waktu itu memang masih hangat perbincangan mengenai terbitnya buku Terjemahan al Qur’an oleh HB Jassin. Heboh pro-kontro atas penerbitan buku tersebut terjadi di media massa. Djohan Effendi sendiri dikenal sebagai sekretarisnya HB Yassin untuk penulis karya terjemahan kitab suci itu. Kebetulan saya adalah salah seorang yang ikut berpolemik melalui harian Pelita, dalam dalam posisi pendukung berat langkah HB Jassin. Ketika situasi perdebatan agak reda, muncul lagi isu hangat menyangkut Ahmad Wahib, dengan terbitnya buku Pergolakan Pemikiran Islam yang dieditori oleh Djohan sendiri dan Ismet Natsir.

Read the rest of this entry »