PENGANGKATAN P3N

Jakarta (Pinmas) —- Dirjen Bimas Islam Machasin telah menerbitkan Instruksi Dirjen Bimas Islam tentang Pengangkatan Petugas Pembantu Pencatat Nikah atau yang dikenal dengan P3N. Namun demikian, instruksi yang dikeluarkan pada Senin (26/01) lalu ini dikhususkan untuk pengangkatan P3N di daerah pedalaman, pegunungan, perbatasan, dan atau kepulauan.

Instruksi No DJ II/1/2015 ini ditujukan kepada para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia dan antara lain mengatur bahwa pengangkatan P3N dilakukan secara selektif dan hanya diperuntukan bagi KUA yang masuk dalam tipologi D1 (daerah pedalaman dan pegunungan) dan D2 (daerah perbatasan dan kepulauan). Tipologi KUA ini ditetapkan oleh masing-masing Kakanwil Kemenag Provinsi.

Selain itu, pengangkatan juga didasarkan pada kebutuhan karena memang tidak bisa dijangkau oleh Petugas Pencatat Nikah dan terbatasnya SDM dibanding luas wilayah. Info selengkapnya terkait Instruksi ini, sila lihat: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/info-penting/instruksi-dirjen-bimas-islam-nomor-djii-1-tahun-2015-tentang-pengangkatan-p3n.

Tipologi KUA diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 46 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas Biaya Nikah dan Rujuk di luar KUA Kecamatan yang ditandatangani Menag Lukman Hakim Saifuddin pada 13 Agustus 2014 lalu. PMA ini mengatur bahwa klasifikasi KUA Kecamatan ditentukan menurut jumlah peristiwa nikah dan rujuk per bulan, dan kondisi geografis keberadaan KUA Kecamatan.

KUA bertipologi A adalah KUA yang jumlah nikah dan rujuknya di atas 100 peristiwa per bulan. Untuk tipologi B, jumlah nikah dan rujuk antara 51 sampai dengan 100 peristiwa per bulan. Sedangkan tipologi C adalah KUA dengan jumlah nikah dan rujuk di bawah 50 peristiwa per bulan.

Selain itu, ada juga KUA tipologi D1, yaitu KUA Kecamatan yang secara geografis berada di daerah terluar, terdalam, dan di daerah perbatasan daratan. Ada juga tipologi D2, yaitu KUA Kecamatan yang secara geografis berada di daerah terluar, terdalam, dan daerah perbatasan kepulauan. (mkd/mkd)

JELANG TAHUN BARU

Pintu duaribu limabelas kuketuk dengan berucap SELAMAT TAHUN BARU
Assalamua’alaikum
Segalanya menjadi cerah, secerah sinar mentari pagi
Selagi tanpa selembar kabut menghalangi

Bumi yang berputar mengikuti disiplin tata surya
Sebagai penggenapan hitungan bulan setahun tarih
Adalah makhluk yang terus lekat dengan jalannya alam
Ada Ketulusan dan Ketaatan yang tanpa batas pada Penguasa Semesta
yang selayaknya menjadi cermin kita bersama dalam hidup berbangsa

Adalah lembaran kenangan yang merayap di perjalanan waktu
dalam rekap setahun yang terus mengaliri sejarah tak kenal suhu
Duka, tawa, benci, rindu, besolek dengan nasib bangsaku
Kala politik yang penuh intrik dan kepentingan kelompok terus beradu
Kesebangsaan tak lagi menjadi kesadaran bersama
Dan dikalahkan oleh ambisi yang menguatkan tarikan untuk berkuasa
Praktek korupsi yang menjadi musuh bersama
Juga terus tergelar mengiringi pesona zamannya

Sejarah seakan menciptakan keseimbangan
Tatkala bangsa ini tiada bersyukur kepada Tuhan seru sekalian Alam
Penyedia kekayaan alam dan kemakmuran

Musibah demi musibah yang kini datang
Tak pilih. tempat, di desa atau di kota
Tanah longsor, kebakaran, luapan lumpur
dan banjir seakan terus berlaga
Bahkan penumpang pesawat terbang pun tak berjamin keselamatan

Musibah tak sebaiknya sekedar menjadi catatan tahun duka
Akan tetapi adalah sebuah PERINGATAN TUHAN
Agar ironi dan duka itu tak lagi terulang pada titian Tahun berjalan

Sanggupkah kita bertansaksi kepada Yang Maha Kuasa
Untuk menukarkan yang bathil kepada akhlak mulia.
Berjanji untuk tak lagi mengusik ketertiban alam
Tak ingkar pada Kasih Tuhan Pecinta umat manusia
Menjadi insan pemeliharan keselamatan atas ciptaaNya ?

NARKOBA DAN KAMPUS

UKI Jakarta yang berkampus di Cawang Jaktim, menjadi kampus yang kesekian ditemukan Obat terlarang lengkap dengan alat2 penghisapnya. Demikian diberitakan oleh Trans7. 19 Desember 2014. Sebelumnya telah pula ditemukan obat terlarang dalam jumlah yang lebih besar dari itu di kampus Unnas Jakarta. Seorang Prof yang juga Purek di Universitas terkemuka Makassar juga tertangkap sedang mengkondumsi obat haram tersebut. Menyusul kemudian ditemukannya Narkoba di kampus Pascasarjana UI Jl. Salemba berikut beberapa alumni pengkonsumsi. Sungguh sebuah KEPRIHATINAN tiada henti. Di lembaga pencetak calon intelektual negeri ini tak terjaminkan suasana kondusif yang aman dari pengurasan moral dan mental warganya.

DUKAKU UNTUK BANJARNEGARA

Terdengar Jerit tangis anak anak negeri membahana
Di dusun Jemblung , Karangkobar, Banjarnegara
Tatkala longsor itu datang tiba tiba
Menggasak rumah rumah dan sembarang jenis harta
Marusak fasilitas dan prasarana umum di hitungan tak terkira
Para ibu kehilangan suami dan anak anak tercinta
Para Bapak terlepas dari isteri dan sanak saudara
Bergelimpang dalam lumpur entah ke mana

Dukamu adalah dukaku
Tangismu adalah tangisku
Kiranyah Tuhan punya Rencana
Yang mengiringi setiap bencana

Kita hanya bisa pasrah kepadaNya
Semoga hikmah besar menunggu di sana
Di keharibaan Ilahi Yang Maha Kuasa
Yang Maha Pengasih kepada siapa saja

Selamat Natal

Itulah ucapan yang banyak diributin orang. Yang meributkan adalah kalangan teman2 Muslim. Menurut saya, ucapan Selamat Natal itu seperti Say Hello saja, sebagai simbol adanya hubungan pertemanan dengan sesama. Sama juga dengan Selamat Pagi, Selamat Siang, Salam sejahtera untuk kita semua. Sebagaimana kalau seorang penganut Non Muslim mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada temannya yang Muslim. Biasa di dalam tata pergaulan, ucapan demikian tidak sampai masuk ke wilayah aqidah. Memasuki wilayah aqidah butuh proses kesadaran tersendiri, butuh pertimbangan akal sehat. Masalah itu merupakan entitas tersendiri, yang berbeda dengan pemaknaan simbol. Simbol pertemanan dengan mengucapkan Selamat Natal, tidak lebih dari keikutsertaan bergembira, atau pererat persaudaraan. Kenapa mesti diributkan

AGAMA DALAM BIROKRASI MODERN DI INDONESIA, Marzani Anwar

Tak terelakkan bahwa dalam kehidupan masyarakat modern telah menjadikan materi menjadi solusi kebahagiaan, sehingga penghayatan agama terabaikan. Ketika intelektualisme dan materialisme kian mengakar dalam segala segi kehidupan kota, masyarakat mulai gamang, terutama sejak pukulan krisis ekonomi berdampak pada merosotnya nilai materi sebagai solusi kebahagiaan. Intelektualisme pun, pada tingkat tertentu, berbenturan dengan dinding kokoh yang menghalangi jalan manusia menuju Tuhan. Hakikatnya, manusia adalah makhluk spiritual yang hidup di alam materi, bukan sebaliknya!.

Baca lebih lanjut

PEREMPUAN MENJADI KEPALA KELUARGA

Seorang perempuan bertanya pada Mamah Dedeh: “ Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah keluarga saya”. Sang penanya ini adalah seorang perempuan, sudah lama ditinggal suami, dengan tanggungan 4 orang anak yang berusia 12 an tahun ke bawah. Tidak punya  pekerjaan, kecuali kerja serabutan bantu-bantu menjadi tukang cuci, dan mengais kardus bekas. Kemanapun perginya ia mengajak keempat anak tersebut. Suaminya telah meninggalkannya tanpa jejak yang jelas. Suaminya pergi sudah lebih dari dua tahun tanpa ada kejelasan tujuannya. Perempuan ini tidak punya family tempat mengadu, tidak biasa curhat dengan teman dekat. Pertanyaan kepada Mamah Dedeh itu ditujukan pada pada kesempatan acara di sebuah stasiun TV tepatnya tanggal 27 Oktober pukul 6.30 pagi hari, Acara “Hati ke Hati”.

Baca lebih lanjut

Executive Summay SEMINAR NASIONAL IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN BAGI PEMBANGUNAN AGAMA MASA DEPAN

Seminar nasional bertajuk Implementasi Hasil Penelitian Bagi Pembangunan Agama masa Depan pernah dilangsungkan pada tanggal 19-20 Januari 2010, bertempat di Hotel Horison Bekasi. Diselenggarakan oleh Balai Litbang Agama Jakarta. Sebagai nara sumber adala: Prof. Dr. H. Atho’ Mudzhar, Kepala Badan Litbang Agama dan Diklat waktu iti. Drs. H. Tulus, Staf Ahli Kementerian Agama; Prof. Dr. Imam Suprayogo, Rektor UIN Malang, dan Lukmanul Hakim, Ph D, konultan Balai Litbang Agama Jakarta

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 212 pengikut lainnya.