Tag

, , ,

Oleh: Marzani Anwar

Komunitas Eden awalnya bernama Salamullah. Muncul di tengah kota Jakarta, sejak tahun 1996. Arti “Salamullah” secara harfiahnya adalah ‘Salam dan keselamatan dari Allah’. Jejak kelompok ini tidak bisa dilepaskan dari pergulatan dan perjalanan spiritual pendirinya, yakni Lia Aminuddin yang merasa terbuka kekasyafannya sejak tanggal 28 Oktober 1995.

Pada awalnya, Salamullah merupakan nama kelompok diskusi atau mudzakarah informal, yang dirintis mulai bulan Nopember 1996. Anggota mudzakarah kebanyakan adalah kalangan anak-anak muda, termasuk sejumlah mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Walaupun belakangan, para anggota mudzakarah tersebut ternyata tidak terpanggil untuk meneruskan Salamullah, bahkan beberapa di antara mereka menjadi bagian dari komisi Fatwa MUI yang mengeluarkan fatwa sesat untuk Salamullah.

Keadaan umat manusia yang tidak pernah damai, dan semakin maraknya kekerasan dan ketegangan antar agama, menjadi agenda tersendiri, yang mendorong Salamullah memilih jalan perenial. Demikian yang sementara terbaca terhadap keterangan dari apa yang tertuang dalam lembaran-lembaran publikasi mereka. Kelompok Salamullah, yang belakangan lebih suka menyebut dirinya komunitas eden, tentu punya argumentasi dan penjelasan atas masalah-masalah tersebut.

Istilah perenial dalam penelitian ini digunakan untuk: (1) mengidentifikasi adanya persamaan antar agama-agama; (2) menjelaskan adanya nilai yang abadi atau berlaku umum yang melekat pada suatu paham keagamaan dan yang bisa diterima atau bersifat universal. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari ajarannya dan mungkin juga melekat pada tradisinya; (3) identifikasi pemikiran dan tindakan yang menjembatani perbedaan antaragama atau antar kelompok keagamaan.

Dalam sebuah penelitian yang penulis lakukan, komunitas dilihat sebagai sebuah gerakan keagamaan yang bersifat messianis. Secara global, gerakan seperti ini, bisa merupakan kepanjangan dari gerakan yang sudah ada sebelumnya, dan bisa juga terbebas dari kelompok sebelumnya. Bisa merupakan bagian dari sebuah organisasi besar, dan bisa juga berdiri sendiri tanpa keterikatan dengan kelompok lain dengan latar belakang apapun.
Berbagai pandangan keagamana dibangun sebagai sistem religi kaum Eden Salamullah. Antara lain dinyatakan, bahwa keberimanannya adalah ketundukannya dan kepasrahannya kepada Tuhan Yang Maha Esa; Eden mengimani keberadaan malaikat-malaikat-Nya, iblis, dan makhluk-makhluk gaib lainnya; Mereka mengimani bahwa Allah menurunkan bimbingan-Nya (kitab suci) kepada berbagai kalangan di sepanjang zaman, baik yang berada di Timur Tengah maupun di belahan bumi lainnya semisal: RgVeda, Tripitaka, Taurat, Zabur, Injil, dan al Qur’an. Belakangan Salamullah berganti menjadi Komunitas Eden.

Komunitas Eden meyakini: (1) Bahwa keberadaan para nabi dan rasul yang diutus tuhan kepada umat manusia, adalah yang disebutkan di dalam kitab-kitab suci maupun yang tak disebutkan; baik yang hidup pada zaman dahulu maupun yang sedang dibangkitkan Tuhan pada saat ini; (2) Lia eden diakui sebagai ruhul kudus, yang dipercayai sebagai ratu di kerajaan eden dibumi, dan diberi kewenangan menerima wahyu dan menyampaikan ajarannya kepada umat manusia; (3) Bahwa saat ini adalah masa kerasulan, karena Tuhan sedang mengutus malaikat iibril-ruhul kudus sebagai rasul untuk membawa takdir tuhan di akhir zaman; (4) Komunitas eden meyakini bahwa tuhan melalui Lia eden, telah berketatapan menghapus semua agama terutama agama Islam dan menggenapkan nubuah-nubuah tuhan yang termaktub di kiitab-kitab suci; (5) Komunitas eden meyakini bahwa malaikat jibril-ruhul kudus sedang membangun surga tuhan di bumi, kerajaan tuhan untuk orang-orang yang mengimani Lia sebagai ruhul lkudus  Rumah yang terletak di Jl. mahoni 30 Kel. Bungur Kec. Senen Jakarta Pusat mereka tetapkan sebagai surga dalam arti yang sesungguhnya.

Kaum eden hendak menyampaikan pesan-pesan kerasulan, yang intinya adalah: Mengajak umat manusia khususnya yang sudah terlalu jauh meninggalkan tuhan, untuk bertauhid dan  menjauhi kemusyrikan. Manusia yang ingin selamat harus menjalani pensucian yang dilakukan di eden. Dengan menjalankan pensucian berarti mempercayai bahwa Lia eden adalah ruhul kudus; mengakui Lia sebagai ratu di kerajaan eden. Mengingkari kerasulan eden, disamakan dengan orang orang terdahulu yang mengingkari kerasulan seperti Ibrahim, Musa, Isa, sampai Muhammad. Dosanya pengingkaran atas kerasulan eden hanya bisa diampuni manakala ikut pertobatan.

Pensucian itu adalah syarat utama untuk meraih cita-cita menciptakan zaman sempurna.

Inilah komunitas eden, sebagai bagian dari kelompok gerakan messianis. Mereka memandang zaman ini sebagai zaman yang penuh kerusakan dan ada semangat pantang menyerah untuk memegang prinsip untuk menuju apa yang dicita-citakan.

Paham Perenialisme tercerrmin pada bangunan teologis, yang menempatkan pensucian jiwa sebagai sesuatu yang amat mendasar dalam upaya menciptakan zaman sempurna. Mereka yang telah mengalami pertobatan dianggap sebagai rasul-rasul tuhan, dan mereka siap mengorbankan dirinya untuk kepentingan tuhan. Pembenaran ajaran eden, menurut mereka, harus mutlak, dan semua ajaran non eden tertolak. Semua agama, termasuk agama Islam, dihapus. Penetapan penghapusan mereka klaim berdasar wahyu dari tuhan.

Ajaran Eden sangat kental dengan masalah kegaiban, yang bertolak dari keyakinannya bahwa keberadaan Lia sebagai pengejawanta ruhul kudus dan semua ketetapan yang dituangkan dalam risalah eden, diklaim berasal dari wahyu tuhan atau sabda ruhul kudus. Atas pengakuannya dapat menerima wahyu itulah, maka MUI telah berfatwa bahwa: Ajaran Eden adalah sesat dan menyesatkan.

#eden #tuhan #komunitaseden #salamullah #Liaeden #meesianis #surga