Tag

, , ,

Glorianet – Konflik dan kekerasan bearoma agama hampir selalu menjadi bagian dari dialektika sejarah umat manusia. Karena di mana ada konflik maka akan ada respon para pemimpin agama, dan menjadi keprihatinan semua pihak sehingga mereka selalu mencari solusinya, meski mungkin bersifat sementara. Tapi, tetap mempunyai nilai kontrol yang baik.
Demikian dikatakan Profesor Marzani Anwar dalam orasi pengukuhan Ahli Peneliti Utama Departemen Agama, Rabu (5/1/05). Pengukuhan dilakukan oleh Menteri Agama, Muhammad M Basyuni dan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Umar Anggoro Jennie. Selain Marzani Anwar dikukuhkan juga Abdul Azi Al Bone.

“Dari kontrol, evaluasi dan dialog antaragama itu lalu menemukan cara-cara hidup beragama yang baru, baik dalam hubungan internal maupun eksternal. Bahwa mereka yang terlibat konflik sesungguhnya tidak menyukai kekerasan dan konflik itu sendiri (Paradoksi Dalam Keberagamaan). Inilah yang menjamin bahwa agama masih bisa menjadi solusi bagi keutuhan bangsa dan Negara,” ujar Marzani Anwar yang alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1979 itu.

Maftuh Basyuni dalam sambutannya berharap agar penelitian dan pengkajian sosial keagamaan terus dilakukan. Karena masih sering terjadi konflik komunal bernuansa agama, dan itu selalu pula terkait dengan persoalan sosial politik, ekonomi, budaya dan sebagainya.

Dituturkan Maftuh Basyuni, pengukuhan Ahli Peneliti Tama pada Litbang Agama ini diharapkan dapat meningkatkan SDM di lembaga ini. “Sebagai lembaga yang bertugas melakukan penelitian, badan litbang agama diharapkan dapat menyediakan data dan informasi untuk penelitian dan kajian yang dapat dijadikan bahan untuk pengambilan keputusan. (GCM/SP-E5)- (Lintas Berita: glorianet.org/arsip/b5692.html)