Pintu duaribu limabelas kuketuk dengan berucap SELAMAT TAHUN BARU
Assalamua’alaikum
Segalanya menjadi cerah, secerah sinar mentari pagi
Selagi tanpa selembar kabut menghalangi

Bumi yang berputar mengikuti disiplin tata surya
Sebagai penggenapan hitungan bulan setahun tarih
Adalah makhluk yang terus lekat dengan jalannya alam
Ada Ketulusan dan Ketaatan yang tanpa batas pada Penguasa Semesta
yang selayaknya menjadi cermin kita bersama dalam hidup berbangsa

Adalah lembaran kenangan yang merayap di perjalanan waktu
dalam rekap setahun yang terus mengaliri sejarah tak kenal suhu
Duka, tawa, benci, rindu, besolek dengan nasib bangsaku
Kala politik yang penuh intrik dan kepentingan kelompok terus beradu
Kesebangsaan tak lagi menjadi kesadaran bersama
Dan dikalahkan oleh ambisi yang menguatkan tarikan untuk berkuasa
Praktek korupsi yang menjadi musuh bersama
Juga terus tergelar mengiringi pesona zamannya

Sejarah seakan menciptakan keseimbangan
Tatkala bangsa ini tiada bersyukur kepada Tuhan seru sekalian Alam
Penyedia kekayaan alam dan kemakmuran

Musibah demi musibah yang kini datang
Tak pilih. tempat, di desa atau di kota
Tanah longsor, kebakaran, luapan lumpur
dan banjir seakan terus berlaga
Bahkan penumpang pesawat terbang pun tak berjamin keselamatan

Musibah tak sebaiknya sekedar menjadi catatan tahun duka
Akan tetapi adalah sebuah PERINGATAN TUHAN
Agar ironi dan duka itu tak lagi terulang pada titian Tahun berjalan

Sanggupkah kita bertansaksi kepada Yang Maha Kuasa
Untuk menukarkan yang bathil kepada akhlak mulia.
Berjanji untuk tak lagi mengusik ketertiban alam
Tak ingkar pada Kasih Tuhan Pecinta umat manusia
Menjadi insan pemeliharan keselamatan atas ciptaaNya ?