Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama telah bersepakat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalin kerjasama dalam gerakan anti narkoba. Kesepakatan ini terungkap dalam pertemuan Sekjen Kemenag Nur Syam dengan Deputi Pencegahan BNN Antar Sianturi bersama tim, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (05/03).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa kerjasama ini penting dalam rangka mensosialisasikan bahaya narkoba. Selain bahaya narkoba, lanjut Menag, remaja Indonesia juga harus tahu penyebab banyak pemuda tertarik pada godaan narkoba. Pengetahuan ini penting sebagai bekal mereka agar lebih waspada.

“Yang lebih penting adalah bagi anak-anak kita, remaja-remaja kita, peserta didik, untuk mereka mengetahui kira-kira orang tertarik mengkonsumsi narkoba itu karena faktor apa saja? Informasi ini penting agar mereka tidak hanya memahami bahayanya, tapi juga apa faktor-faktor yang menyebabkan remaja tertarik dengan Narkoba,” jelas Menag, Jumat (06/03).

“Sebab remaja itu kan rasa ingin tahunya tinggi sekali. Pokoknya hal ihwal mengenai narkoba ingin kita beri informasi kepada mereka supaya mereka lebih waspada,” tambahnya.

Sebelumnya, Nur Syam mengatakan, kunjungan Deputi Pencegahan BNN bertujuan menjalin kerjasama dalam memberantas peredaran narkoba yang semakin merajalela di lingkungan masyarakat khususnya pada generasi muda di Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Nur Syam yang didampingi oleh Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dan Kapinmas Rudi Subiyantoro, menyambut baik kunjungan dan keinginan BNN untuk mengadakan jalinan kerjasama dalam gerakan pencegahan korupsi bagi generasi muda. “Saya sangat setuju penerapan gerakan anti narkoba ini,” tegasnya. Sebagai tindaklanjut pertemuan ini, Nur Syam menjelaskan, Kemenag dan BNN akan mengadakan MoU. (mkd/mkd)