Tidak gampang bagi kami, menuduh suatu kelompok dianggap “sesat”, terutama kepada kaum minoritas. Sebagai aktifis HAM sepantasnya kami melindungi kelompok minoritas agar tidak selalu disudutkan. Namun dalam kenyataannya, tidak setiap yang minoritas adalah layak dilindungi. Sejauh tidak ada bukti ajarannya atau tindakannya melakukan pelanggaran pidana atau menyinggung aqidah kelompok lain. Ajakan dialog pun pernah kami layangkan, dengan terlebih dulu saya menyampaikan pikirannya melalui emal ke komunitas eden. Maksud saya, agar penyelesaian perbedaan pandangan tetap mengedepankan dialog. Tapi gayung itu tak pernah bersambut. Penulis justru dituduh sebagai penfitnah dan penghasut. Naudzubukkah.
Komunitas eden, meskipun secara keanggotaan jumlahnya tak seberapa, tetapi berpotensi besar melakukan pelanggaran pidana. Ajaran-ajarannya telah menginterfensi hak hidup agama lain, dengan fatwanya menghapus Islam dari muka bumi. Berkoar atasnama tuhan, eden menyatakan ingin memperkuat persaudaraan sesama kaum beragama, tapi justru yang diperkuat adalah rasa permusuhannya. Seseorang atau kelompok yang tidak mentaati ajaran eden, dianggap sebagai “musuh tuhan” dan perlawanannya dianggap melawan tuhan. Itulah tindakan semena-mena eden memperlakukan asma tuhan.
Belum lagi tentang seorang anggota eden yang menelantarkan isteri beserta anak-anaknya, karena waktunya dihabiskan di eden. Alasan yang dipakai, adalah dengan menyebut atasnama tuhan, bahwa urusan eden dianggap “urusan tuhan” dan di luar itu bukanlah urusan tuhan. Dan sang isteri diultimatum, kalau ingin selamat harus tinggal bersama sama di eden. Tindakan penelantaran orang yang seperti itu didasarkan, sekalilagi “wahyu tuhan”.


Betapa banyak asma Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih telah direndahkan oleh eden. Sehingga penyebutan kata tuhan, seperti yang penulis lakukan selama ini, merasa tidak layak ditulis dengan “t” besar. Maksud saya, tuhannya eden memang bukan Tuhan Yang Maha Kuasa sebagaimana dimaknai oleh umat agama lain, khusus nya Islam. Pelecehan Asma Tuhan itu berlangsung sudah cukup lama.
Tuduhan penodaan agama itu patut dilayanglan kepada kelompok ini, karena banyak nama tuhan disebut-sebut hanya unuk kepentingannya sendiri. Dari urusan ecek-ecek , seperti tentng orang yang jatuh dari sepeda sampai yan paling besar, mengabarkan datangnya hari qiyamat, dan penghapusan agama-agama, dia kabarkan ke publik dengan atasnama “tuhan”, padahal itu hanya kabar bohong. Dalam keyakinannya, setiap urusan yang mendukung kepentingan eden atau kepentingan rumah Jl Mahononi 30, dianggap sebagai urusan tuhan. Dan segala urusan di luar itu, diangap sebagai bukan urusan tuhan.
Komunitas Eden dengan pengikut yang jumlahnya tak seberapa, menyampaikan ajarannya melalui media sosial, masih saja menyebarluaskan ajarannya yang tidak masuk akal. Terakhir merilis tentang masalah pengunduran diri seorang anggotanya yang kebetulan menjadi karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta.
Eden nampak kecewa berat,dengan pemberhentian tersebut, kemudian memperkarakan dan menunjuk Pengacara untuk menuntut ganti rugi. Padahal kalau perintah sang ruhul kudus (baca: Lia Eden) terdahulu, semua anggota eden dalam rangka memelihara kesuciannya, diperintahkan untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. Di perusahaan apa saja, termasuk yang jadi PNS, mereka harus mengundurkan diri. Tapi giliran ada seorang anggota eden diberhentikan sebagai karyawan, lha kok marah-marah. Klaim eden sebagai pembawa suara tuhan, dengan pengangkatan Lia sebagai ratu di kerajaan eden, dan ruhul kudus, kok “mencla mencle” dengan wahyunya sendiri. Tuhan macam apa ini. Bagaimana pula kedudukan sang pengacara. Katanya tuhannya maha kuasa an, maha mengadili, maha menghakimi, kok masih menunjuk seorang pengacara. Sang pengcara pun pasti belum pernah “disucikan” , sebagaimana klaim eden, bahwa mereka tidak akan mau makan dari orang yang belum disucikan. Apalagi bekerjasama, masa iya tuhan butuh pengacara.

Eden juga yang mengancam perusahaan pemecat anggota eden tersebut, untuk dihakimi. Ini lagu lama, yang terus diulang-ulang. Setiap orang yang tidak sekehendak dengan maunya eden, selalu diancam akan menerima penghakiman atau tulah. Klaim-klaim tentang tulah itu, seperti yang sudah saya bongkar di beberapa tulisan saya, hanyalah gertak sambal (lihat: “Pembohongan publik cara eden bagian 1 s.d. 4 di kompasiana .com). Mereka menyatakan kutukan dan mengancam siapapun yang menentang atau tidak percaya pada ajaran eden. Ketika di Indonesia terjadi peristiwa misalnya gempa bumi, banjir, kebakaran, dan sebagainya, kemudian mereka klaim “itulah kutukan tuhan, karena penentangan terhadap eden”. Maka presiden RI, MUI, dan bangsa Indonesia, semuanya menjadi terkutuk di mata tuhannya eden, karena ketidak taatannya. Kali ini sebuah perusahaan tempat bekerjanya seorang anggota eden, dan yang memutus hubungan kerja dengannya. Menerima ancaman “akan menerima penghakimannya”. Dalam kenyataan yang sudah-sudah, semua itu tidak pernah ada akibat apa-apa alias hanya gertak sambal alias omong kosong. Itulah akal-akalan eden.

Rilis yang terakhir, juga menyatakan bahwa seorang angota yang diberhentikan oleh perusahaan tersebut adalah reinkarnasi Simon Petrus. Sebagaimana diketahui, simon petrus adalah murid setia Yesus. Padahal sebelumnya ia ditunjuk sebagai “malaikat penjaga surga”, menggantikan malaikat Ridwan sebagaimana dinyatakan di kitab suci. Apa gak hebat. Jabatan orang ini, sebelum kedua jabatan tersebut , ia adalah sebagai “anak tuhan”, maka sejak pengangkatan itu oleh teman-temannya di eden, ia biasa dipanggil “yang mulia”. Di sini ada tiga drama luar biasa. (1) pengangkatan sebagai anak tuhan, (2) penunjukan sebagai malaikat penjaga surga, dan (3) reinkarnasi simon petrus. Bagaimana seorang hamba tuhan yang tak punya kelebihan apa-apa, kemudian bisa ditunjuk menduduki tempat sangat terhormat, atas nama tuhan. Perlu anda ketahui juga, bahwa ia dinyatakan sudah memperoleh mukjizat dari tuhan, karena kesetiannya kepada sumpahnya untuk setia pada eden. Drama tiga babak telah dipertontonkan oleh eden, dan luar biasa LUCU nya. Ini semakin menunjukkan betapa rendahnya tuhan di mata eden. Kerjaannya bermain-main status seseorang anak manusia. Masih lagi episodenya, bahwa ruh simon petrus itu dulunya adalah melekat pada anggota eden bernama Sufuddin Simon. Tapi ia akhirnya keluar dari eden. Dan ruh simon petrus kemudian dialihkan, ke anggota barunya.