Marzani Anwar

Statemen Eden yang masih terus disebarluaskan oleh komunitas Eden adalah yang menyatakan “penghapusan agama Islam”. Menurut Eden, Islam memang perlu dihapus, karena telah banyak melakukan teror dan kekerasan. Peledakan bom Bali, kekerasan Poso, kekerasan ISIS, Boko Haram di Afrika, dan teror-teror yang dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan Islam di berbagai belahan dunia, dianggap cukup alasan bagi penghapuasan agama tersebut.
Padahal perbuatan kekerasan itu merupakan PENYIMPANGAN, yang jelas ditentang para ulama dan mayoritas umat. Perbuatan menyimpang seperti itu, selalu ada dalam sejarah para Nabi. Inilah salah satu fakta penodaan agama oleh komunitas Eden, karena ia bertindak di atas kewenangan Allah.
Dalam sejarah para Rasul dan Nabi, tidak ada pekerjaan hapus-menghapus agama. Sekejam apapun perlakuan manusia terhadap nabinya, tidak ada alasan seorang nabi menghapus agama tertentu, meski atas nama Malaikat sekalipun. Seorang Yesus yang disiksa kaum Yahudi, sampai berdarah-darah, tidak juga menyebabkan Yesus menghapus agama Yahudi dari muka bumi. Paling banter seorang nabi adalah memberi peringatan, mengajak kebaikan, meluruskan keyakinan-keyakinan, dst.


Tugas Rasul adalah membenarkan kitab-kitab sebelumnya, menyempurnakan, dan atau menggenapkan, bukan menghapuskan. Firman Allah menyatakan” Katakanlah (hai orang-orang Mukmin) ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk dan patuh kepada-Nya. ( QS al Baqarah/2:136). Melalui wahyu-Nya tersebut, Allah menegaskan, bahwa dengan wahyu-wahyu yang diturunkan kepada para Nabi, adalah adalah saling menggenapi atau menyempurnakan. Tentu karena tuntutan zamannya satu sama lain berbeda .
Mereka yang memegangi al Qur’an adalah karena kitab ini juga merupakan wahyu dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril. Penegasan Allah, bahwa Islam sebagai agama yang diakui disisiNya, sebagaimana tersebut dalam QS Ali Imran/ 3: 85: “ Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Penegasan bahwa Islam sebagai agama yang benar di sisi-Nya berlaku abadi.
Adalah sangat tidak mungkin apalagi dengan mengatasnamakan Malaikat Jibril, melihat secara negative thinking terhadap agama-agama yang diturunkaannya sendiri. Bangsa Yahudi yang kekejamannya sampai tujuh turunan dan memakan korban ribuan, memusnahkan umat yang tidak berdosa, kenapa malaikat jibril tidak saja waktu itu membubarkan agama Yahudi. Bangsa-bangsa Eropa beragama Kristen yang memotori Perang Dunia I dan II, menjajah bangsa-bangsa Asia dan Afrika, mereka memusnahkan, memenjarakan dan menindas jutaan manusia, kenapa bukan agama Kristen yang sejak awal-awal harus dimusnahkan dari muka bumi. Berapa ribu orang yang terbunuh, tatkala bangsa Romawi, yang Kristen itu menghabisi orang-orang Eropa yang tidak taat kepada Gereja, termasuk para ilmuwan. Perang salib yang terjadi hampir satu abad, antara Islam-Kristen, kenapa pula tidak dijadikan alasan untuk membubarkan kedua agama itu, sekiranya malaikat mempertimbangkan “tidak ada gunanya” membiarkan agama hidup di muka bumi kalau hanya dijadikan alasan membunuh sesama manusia. Dst..
Belantara umat Islam dewasa ini, adalah belantara kemajemukan yang luar biasa, dan begitu juga terjadi pada agama Kristen, Hindu, Budha, dan agama-agama lain. Di antara aliran dan paham adalah penganut yang menghalalkan segala cara untuk memperjuangkan cita-citanya, termasuk berbuat kekerasan atas nama “agama”nya. Namun sebanyak-banyak kaum pendukung kekerasanm masih jauh lebih banyak mereka yang mendukung perdamaian dan kesalehen. Tampaknya komunitas Eden sengaja mencari-cari kelemahan agama Islam, untuk meruntuhkan agama ini. Pada akhirnya aliran ini memiliki tendensi khusus untuk melemahkan Islam.
Sudah bisa diprediksi, apabila kaum Eden menjadi penguasa di sebuah negeri. Sebuah negeri yang warganya terdiri bermacam agama dan paham keagamaan, dan di antararanya adalah beragama Islam. Betapa akan terjadi khaos dan mengerikan, karena kepercayaan-kepercayaan yang telah mereka yakini akan terancam “dihapuskan”. Kemungkinan kedua, dipaksa masuk agama Perenial ala Eden. Kaum Eden berkali-kali menegaskan dirinya “cinta perdamaian, dan tidak memaksa siapapun untuk percaya pada risalah-risalahnya”, tetapi berapa kali pula Eden mengancam kaum yang tidak percaya kepada missinya. Bentuk ancaman bisa gempa bumi, gunung meletus, sampai ke lumpur lapindo (untung saja semuanya tidak terjadi alias nubuatan kosong) kalau klaim-klaim itu benar adanya, apa bukan sebuah kekerasan maha dasyat yang ia gunakan.